
"Tidak diragukan lagi Cina akan menjadi pesaing kami untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030," ujar Kuniya Daini, wakil presiden Asosiasi Sepakbola Jepang (JFA).
Sebelumnya, Wei Di -- ketua Asosiasi Sepakbola China -- mengatakan negaranya akan mencoba sekuat tenaga menghadirkan Piala Dunia 2030 ke Negeri Tirai Bambu.
Jepang menghabiskan $100 juta untuk membiayai pencalonan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022, sembilan kali lebih sedikit dari yang dilakukan saat bersaing menjadituan rumah Piala Dunia 2002 bersama Korea Selatan.
China, dengan pertumbuhan ekonomi luar biasa, memiliki dana lebih banyak lagi untuk membiayai kampanye pencalonan dirinya.
Sesuai peraturan FIFA, Asia baru bisa menjadi tuan rumah Piala Dunia pada 2030. Pengamat sepakbola Asia memperkirakan Jepang dan Cina akan bersaing keras. Australia kemungkinan menjadi underdogs.
"Jika kami gagal menjadi tuan rumah 2030, mungkin kami harus menunggu sampai 2050," ujar Daini.
Diani juga mengatakan dirinya terkejut FIFA memilih Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Qatar, katanya, memiliki iklim yang tak mendukung dan laga akan menjadi sangat sulit.

0 komentar:
Posting Komentar